Menu

KPU Kota Blitar Temukan Ribuan Data Ganda Keanggotaan Parpol

  Dibaca : 93 kali
KPU Kota Blitar Temukan Ribuan Data Ganda Keanggotaan Parpol
KPU Kota Blitar, saat menerima pendaftaran parpol peserta pemilu 2019

Memontum Blitar -— Data ganda keanggotaan partai politik peserta pemilu 2019, banyak diketemukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Blitar. Untuk itu KPU mengembalikan data keanggotan ke masing-masing parpol untuk dilengkapi dan diperbaiki. Hal ini dungkapkan Ketua KPU Kota Blitar, Setyo Budiono.

“Hari ini datanya kami kembalikan ke masing-masing parpol untuk diperbaiki. Kami memberi waktu ke parpol untuk menyerahkan lagi data ke KPU hingga awal Desember mendatang”, kata Setyo Budiono, Kamis (16/11/2017).

Setyo Budiono mengaku, KPU menemukan data ganda setelah melakukan verifikasi dan konfirmasi langsung ke anggota yang tercatat di masing-masing parpol. “Sedikitnya ada 1.293 data ganda keanggotaan yang ditemukan KPU”, tandas Setyo Budiono.

Ada dua jenis data ganda, yaitu data ganda identik dan data ganda antar-parpol. Data ganda identik, yaitu ada kesamaan nama, NIK KTP, dan nomor keanggotaan dalam satu parpol. Jumlah data ganda identik mencapai 1.105 anggota. Sedangkan data ganda antar-parpol, yaitu, ada kesamaan nama dan NIK KTP dalam lintas parpol. Jumlah data ganda antar-parpol sebanyak 188 anggota.

“Masing-masing parpol kami minta segera memperbaiki datanya. Sebab, data ganda akan mempengaruhi persyaratan jumlah keanggotaan parpol,” jelas Ketua KPU Kota Blitar.

Lebih lanjut dia menyampaikan, syarat keanggotan parpol sebagai peserta pemilu 2019, yaitu 1.000 Kartu Tanda Anggota (KTA) parpol atau seper seribu dari jumlah penduduk. Parpol bisa memilih satu dari dua persyaratan keanggotaan tersebut.

Sementara, jumlah parpol yang menyerahkan berkas ke KPU Kota Blitar ada 15 parpol. Dari jumlah parpol tersebut, 2 parpol tidak ditindaklanjuti verifikasinya, karena belum memenuhi syarat. Ke dua parpol yang tidak lolos, yaitu PKPI dan PBB.

“Karena tidak ditindaklanjuti oleh pusat, otomatis daerah juga tidak melanjutkan verifikasinya. Kami mengacu pada kebijakan pusat”, pungkas Setyo Budiono. (jar/yan)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!