Menu

Menunggu Fatwa Politik Ketua DPD Golkar, Gelorakan Solawat Nariah di Rakerda

  Dibaca : 96 kali
Menunggu Fatwa Politik Ketua DPD Golkar, Gelorakan Solawat Nariah di Rakerda
rakerda DPD Golkar Bondowoso

Memontum Bondowoso — Partai Golkar saat ini memiliki tradisi baru. Setiap hendak melaksanakan kegiatan kepartaian, Golkar selalu mengawalinya dengan pembacaan sholawat Nariah setelah sebelumnya menyanyikan lagu kebangsaan. Hal itu juga dilakukan ketika DPD Partai Golkar Bondowoso hendak melaksanakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Partai Golkar Bondowoso di Aula Kantor Golkar Bondowoso, Sabtu (23/12/2017) kemarin.

Rakerda partai Golkar kemarin memang belum menghasilkan keputusan yang kongkrit. Rakerda Golkar itu hanya melahirkan sebuah rekomendasi untuk menyerahkan seluruh keputusan politik kepada Ketua DPD Golkar untuk menentukan dukungan politik di Pilkada 2018 mendatang. Keputusan ini diambil setelah seluruh peserta rakerda memiliki sudut pandang yang berbeda terhadap situasi politik yang terjadi saat ini.

Sehingga, salah satu rekomendasi rakerda Golkar Bondowoso menyerahkan seluruh keputusan politiknya kepada Ketua DPD Golkar. Nantinya, apapun keputusan ketua DPD itu merupakan keputusan mutlak dan dihasilkan melalui proses yang cukup panjang.

“Keputusan Partai Golkar dalam mengusung atau mendukung Calon Bupati/Calon Wakil Bupati Bondowoso pada Pilkada 2018 diserahkan sepenuhnya kepada Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bondowoso,” ujar Sekretaris DPD Golkar Bondowoso, Ady Kriesna, SH yang juga pimpinan sidang Rakerda, Sabtu, (23/12) di kantor DPD Golkar.

Menurut Kriesna, rakerda yang dihadiri oleh seluruh fungsionaris partai Golkar Bondowoso itu merupakan salah satu ihtiyar politik yang sudah melalui proses yang cukup panjang. Ada banyak aspirasi yang mengemuka sehingga rakerda itu akhirnya menyerahkan keputusan politik kepada ketua DPD. “Jadi karena rakerda sudah memutuskan memasrahkan arah dukungan politik kepada ketua DPD Golkar, maka apapun keputusan politik yang diambil oleh ketua DPD akan menjadi keputusan politik bersama,”jelasnya.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Bondowoso, H. Supriadi SE ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa Golkar sebenarnya sudah melakukan berbagai upaya agar menjadi bagian terpenting dalam kontestasi Pilkada. Namun, usaha yang dilakukan oleh Golkar tidak membuahkan hasil. Meski demikian, hal itu tidak berarti Golkar harus berpangku tangan melainkan Golkar tetap akan memberikan kontribusi untuk memilih pemimpin yang nantinya mampu menjadikan Bondowoso lebih baik.

“Golkar sudah melakukan berbagai upaya, melakukan lobi lobi politik agar Golkar bisa menjadi bagian dari proses Pilkada. Golkar ingin agar kader Golkar maju sebagai calon baik sebagai Bupati maupun wakilnya. Hanya saja, kenyataan pahit harus diterima. Golkar tidak bisa memberangkatkan salah satu kader terbaiknya dalam kontestasi Pilkada 2018,”kata Supriadi.

Oleh karena itu, sebagai langkah politik, Golkar tetap melakukan konsolidasi dan komunikasi agar Golkar tetap memiliki peranan penting dalam Pilkada 2018 mendatang.

“Karena Golkar tidak bisa memberangkatkan kadernya, maka Golkar harus masuk sebagai partai koalisi dengan partai lain untuk ikut memperjuangkan Pelaksanan Pilkada 2018,” ujarnya. Hanya saja, dalam menentukan keputusan politik itu, Golkar harus segera bangkit dan menemukan jati dirinya kembali.”Karena rakerda merekomendasikan keputusan politik pada saya, maka kita akan segera menentukan sikap kemana Golkar harus memilih,”kata Supriadi.

Ia mengaku, ada banyak aspirasi yang berkembang. Ada yang mengajak untuk berkoalisi dengan Sabar, ada juga yang ke Dafir-Dayat. Kalau melihat aspirasi arus bawah, semua memiliki potensi baik terhadap pasangan Salwa -Irwan ( Sabar) maupun terhadap pasangan Dafir-Dayat. Ya, fifty fifty ya,” ujarnya.

Menurut dia, Golkar saat ini tidak bisa membuka poros tengah sebagai bentuk ihtiar politik. Itu karena sudah tidak memungkinkan membangun koalisi yang menghasilkan satu paket pasangan calon. “Sudah tidak memungkinkan membuka poros tengah. Pilkada nanti itu pastinya adalah head to head antara Sabar dengan Dafir -Dayat. Keduanya akan bertarung di Pilkada 2018 mendatang,”jelasnya. (mkl/yan)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!