iklan Penerimaan Mahasiswa baru universitas wisnuwardhana

Jelang Pilkada Bangkalan 2018, Lingkar Jatim Melakukan Survei

  Dibaca : 8 kali
Jelang Pilkada Bangkalan 2018, Lingkar Jatim Melakukan Survei
Direktur Litbang Lingkar Jatim M Sodiq Ramadani (kanan) saat menyampaikan rilis hasil survei di Hotel Ningrat Bangkalan.

Memontum BangkalanMenjelang Pilkada Bangkalan 2018, Lingkar Jatim lewat bagian Penelitian dan Pengembangan (Litbang) melakukan survei Pilkada Bangkalan 2018. Survei itu dilaksanakan untuk membaca peta politik menjelang Pilkada Bangkalan.

 

 

Direktur Litbang Lingkar Jatim M Sodiq Ramadani saat menyampaikan rilis hasil survei di Hotel Ningrat Bangkalan, Minggu (29/10/2017) mengatakan Survei bertujuan untuk memberikan informasi yang memadai bagi masyarakat seputar figur-figur yang akan mereka pilih dalam ajang Pilkada Bangkalan 2018 mendatang.

 

 

“Informasi ini diharapkan dapat menciptakan iklim partisipasi politik masyarakat yang substantif dalam proses rekrutmen kepemimpinan politik lokal Bangkalan,” ujarnya dihadapan para awak media.

 

 

Sodiq menjelaskan, survei tersebut menggunakan tekhnik Multistage Random Sampling Dengan jumlah sampel 800 Responden yang tersebar di 18 kecamatan. Kata Sodiq, penanggung jawab survei adalah Dr M Syaiful Bahar Dosen UINSA Surabaya sekaligus sebagai peneliti senior pada survei tersebut.

 

 

“Dengan jumlah tersebut, Margin Of Error Survei ini adalah 3.46 % dalam tingkat kepercayaan 95%,” imbuhnya.

 

 

Dari hasil survei tingkat kemandirian masyarakat Bangkalan dalam memilih pemimpin cenderung mandiri. Meski dikenal sebagai masyarakat dengan pola patronase yang tinggi, namun pola patronase itu justru tidak tampak dalam jawaban responden ketika ditanyakan ada tidaknya rujukan politik dibelakang mereka. Sebab, 64.8 % mengaku tidak memiliki rujukan politik. Hanya 35.2 % responden yang terang mengakui adanya rujukan politik yang mempengaruhi pilihan mereka dalam memilih pemimpin.

 

 

Yang mengejutkan, dari hasil survei tingkat kepuasan responden di Bangkalan terhadap kinerja Pemda cukup rendah. Hanya 29.6 % yang menilai kinerja Pemda memuaskan dan 1.7 % sangat memuaskan. Sementara 27.2 % menjawab tidak memuaskan dan 5.5 % sangat tidak memuaskan. Sisanya sebanyak 36 % menjawab tidak tahu.

 

 

Bagi yang menilai kinerja pemda memuaskan/sangat memuaskan, bidang infrastruktur dinilai paling memuaskan oleh 32.4 %. Disusul sector ekonomi 17.1 %, keagamaan 12.9 %, pendidikan 9.4 %, pelayanan public 7.6 %, sosial budaya 4.7 %, pertanian 1.8 % dan lainnya 4.7 %.

 

 

Kinerja Pemda tidak memuaskan/sangat tidak memuaskan, bidang infrastruktur ternyata juga dinilai paling tidak memuaskan oleh 35.5 % responden. Di peringkat kedua, bidang ekonomi juga dinilai tidak memuaskan oleh 28.4 % responden, disusul pelayanan public 11.8 %, pertanian 4.7 %, sosial budaya 3.6 %, pendidikan 3 %, dan kesehatan 2.4 %. Sisanya 35.5 % menjawab lainnya. (lj/nhs/yan)

 

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!