Connect with us

Banyuwangi

Ali Mahki Zaini Pimpin NU Banyuwangi

Diterbitkan

||

KH. Ali Mahki Zaini (baju putih membawa mike) saat membacakan kesediaan menjadi ketua PCNU periode 2018-2023. - Suasana Konfrensi Cabang Nahdlatul Ulama di Ponpes Ibnu Sina, Dusun Jalen, Desa Setail, Kecamatan Genteng

Memontum Banyuwangi – KH Ali Mahki Zaini ditetapkan menjadi Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi menggantikan KH Masykur Ali pada Konfrensi Cabang Nahdlatul Ulama Banyuwangi, bertempat di Pondok Pesantren (Ponpes) Ibnu Sina, Dusun Jalen, Desa Setail, Kecamatan Genteng, Minggu (22/4/2018) sore.

Konfercab NU yang berlangsung selama dua hari, di mulai tanggal 21 April -22 April 2018 ini, diikuti 1407 peserta, mulai dari tingkat ranting hingga pengurus PCNU Banyuwangi, berjalan dengan cukup kondusif.

Pelaksanaan Konfercab NU Banyuwangi ini, patut menjadi contoh. Pasalnya pelaksanaan yang sangat meriah, dan dihadiri ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Agil Siradj, bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, Wabup Yusuf Widyatmoko, dan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, KH. Safruddin, berkat gotong royong seluruh kader NU tanpa meminta kepada Pemerintah Daerah (Pemda)

“Acara ini terselenggara berkat keguyupan orang-orang NU yang sangat penduli dengan NU, ada yang nyumbang ketela, ada yang nyumbang mbone dan sebagainya,”ujar KH. Masykur Ali, di Ponpes Ibnu Sina, Sabtu (21/4/2018) siang.

KH. Masykur Ali, menjadi ketua Tanfidziyah selama 3 periode mulai tahun 2003 hingga tahun 2048 dengan rois syuriah, KH.Hisyam Syafaat memgaku tidak ingin dicalonkan lagi, disamping umurnya sudah tidak muda lagi, dan perlu adanya regenerasi.

“Kan banyak yang muda, dan mampu membawa NU Banyuwangi yang lebih baik lagi. Kalau saya terus yang memimpin, berarti kaderisasi di tubuh NU tidak berhasil, iya apa nggak,”tandasnya.

Laman: 1 2 3

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terpopuler